
ISTNU Aceh Kukuhkan 133 Wisudawan, Teguhkan Komitmen Melahirkan Lulusan Berintegritas dan Berdaya Saing
Banda Aceh — Institut Nahdlatul Ulama (ISTNU) Aceh kembali menorehkan momentum penting dalam perjalanan akademiknya melalui Wisuda Tahun 2026, dengan mengukuhkan sebanyak 133 wisudawan dari jenjang magister dan sarjana. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan, serta dihadiri oleh pimpinan yayasan, pimpinan ISTNU Aceh, Kopertais Wilayah V Aceh, unsur Pemerintah Aceh, sivitas akademika, serta keluarga para wisudawan.
Dari 133 lulusan yang dikukuhkan, sebanyak 16 wisudawan merupakan lulusan program magister, sementara 117 wisudawan berasal dari program sarjana. Pengukuhan tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di ISTNU Aceh.
Ketua Yayasan sekaligus Pendiri ISTNU Aceh, Abu Faisal Ali, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan. Ia berharap para lulusan mampu membawa ilmu yang diperoleh di lingkungan kampus untuk memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih luas.
“Setelah menyelesaikan pendidikan di kampus, para wisudawan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Ilmu harus menjadi bagian dari pengabdian dan kemaslahatan,” pesannya.
Sementara itu, Rektor ISTNU Aceh, Dr. Tgk. Muhammad Yasir, S.HI., MA, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan beserta keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Rektor menegaskan bahwa pencapaian gelar akademik harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan sosial. Lulusan ISTNU Aceh diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, akhlak, kepedulian sosial, dan semangat pembelajaran sepanjang hayat.
“Lulusan ISTNU Aceh diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus belajar serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Teungku Rektor.
Wisuda sebagai Refleksi Mutu Akademik
Ketua Panitia Pelaksanaan Wisuda ISTNU Aceh Tahun 2026, Dr. Tgk. Fakhrul Rijal, M.A., menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda merupakan bagian dari rangkaian proses akademik sekaligus bentuk pertanggungjawaban institusi dalam memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Menurutnya, keberhasilan mengukuhkan 133 lulusan tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga menjadi refleksi atas proses pendidikan yang telah dilalui mahasiswa selama berada di ISTNU Aceh.
“Wisuda ini merupakan momentum untuk memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan akademiknya. Pada saat yang sama, momentum ini menjadi refleksi bagi institusi untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ungkap Dr. Tgk. Fakhrul Rijal.
Ia menambahkan bahwa setelah prosesi wisuda, tantangan sesungguhnya bagi para lulusan adalah bagaimana mentransformasikan kompetensi akademik menjadi kontribusi nyata dalam kehidupan profesional dan sosial.
“Gelar akademik bukanlah titik akhir. Ia merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui karya, integritas, profesionalitas, dan kontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Kopertais dan Pemerintah Aceh Dorong Kontribusi Lulusan
Mewakili Kopertais Wilayah V Aceh, Sekretaris Kopertais, Dr. Bustami Usman, M.Hum., turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia mengapresiasi pelaksanaan wisuda sebagai bagian penting dari proses akademik sekaligus perkembangan kelembagaan perguruan tinggi.
Ia berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater serta mengambil peran aktif dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Sementara itu, sambutan yang mewakili Wakil Gubernur Aceh disampaikan oleh Karo Isra Aceh, Dr. Yusrizal, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan berharap lulusan perguruan tinggi mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten serta responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan Aceh.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Orasi Ilmiah: Penguatan Tradisi Intelektual
Salah satu rangkaian utama Wisuda ISTNU Aceh Tahun 2026 adalah Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Kamaruzzaman Bustaman Ahmad, Ph.D., Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Kehadiran akademisi tersebut memberikan dimensi intelektual tersendiri dalam rangkaian wisuda, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para wisudawan mengenai tantangan keilmuan, perubahan sosial, dan peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban.
Kabag Humas ISTNU Aceh, Tgk. Faisal Kuba, S.Pd.I., M.H., mengatakan bahwa Wisuda Tahun 2026 memiliki makna strategis bagi institusi, tidak hanya sebagai seremoni akademik, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkenalkan kontribusi lulusan kepada masyarakat.
“Wisuda merupakan momentum akademik yang mempertemukan capaian pendidikan dengan tanggung jawab sosial. Para lulusan hari ini membawa nama almamater ke ruang yang lebih luas. Karena itu, keberhasilan mereka di tengah masyarakat nantinya juga menjadi bagian dari refleksi atas proses pendidikan yang diselenggarakan ISTNU Aceh,” ujar Tgk. Kuba.
Ia menambahkan bahwa Humas ISTNU Aceh akan terus mendorong publikasi berbagai capaian akademik dan kelembagaan sebagai bagian dari keterbukaan informasi sekaligus membangun komunikasi yang positif antara kampus dan masyarakat.
“Yang ingin kita bangun adalah tradisi akademik yang tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan harus hadir dalam bentuk karya, pengabdian, penelitian, inovasi, dan kontribusi sosial. Para wisudawan merupakan bagian penting dari perjalanan ISTNU Aceh untuk terus berkembang dan membangun jejaring yang lebih luas,” tambahnya.
Dengan dikukuhkannya 133 wisudawan, ISTNU Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan mandat pendidikan tinggi, khususnya dalam melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi keilmuan, integritas, karakter, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Wisuda Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum bagi ISTNU Aceh untuk terus melakukan penguatan mutu akademik dan kelembagaan, memperluas jejaring kerja sama, serta mempersiapkan lulusan agar mampu mengambil peran dalam dinamika masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.



