
Perkuat Jejaring Akademik Internasional, ISTNU Aceh Jalin Kolaborasi Strategis dengan UniSZA Malaysia
Kuala Lumpur, Malaysia — Institut Nahdlatul Ulama (ISTNU) Aceh terus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ISTNU Aceh dan Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (1/10/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MoU dan Konferensi Internasional Forum Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi perguruan tinggi swasta di Aceh untuk membangun dan memperluas kemitraan akademik dengan institusi pendidikan tinggi di tingkat regional, khususnya Malaysia.
Rektor ISTNU Aceh, Dr. Tgk. Muhammad Yasir, S.HI., MA, menyampaikan bahwa kerja sama dengan UniSZA merupakan bagian dari langkah strategis institusi dalam memperkuat kapasitas akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional yang lebih luas.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen ISTNU Aceh untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia,” ujar Muhammad Yasir.
Menurutnya, penandatanganan MoU bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program akademik yang dapat memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika kedua institusi.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan konkret, seperti pertukaran akademik, penelitian bersama, seminar dan konferensi internasional, publikasi ilmiah, serta program peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Sementara itu, Kabag Humas ISTNU Aceh, Tgk. Faisal Kuba, S.Pd.I., M.H., menilai kerja sama dengan UniSZA memiliki arti penting dalam memperkuat eksistensi ISTNU Aceh sebagai perguruan tinggi yang terus berorientasi pada pengembangan akademik dan jejaring internasional.
“MoU ini bukan sekadar seremoni kelembagaan, tetapi harus menjadi instrumen untuk menghadirkan kolaborasi akademik yang produktif dan berkelanjutan. Humas akan terus mendukung proses komunikasi dan publikasi berbagai program kerja sama agar capaian kolaborasi ini dapat diketahui sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi sivitas akademika dan masyarakat,” ungkap Tgk. Faisal.
Ia menambahkan, jejaring internasional menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan perguruan tinggi di era global. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi di Malaysia dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, budaya ilmiah, serta praktik-praktik pendidikan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan institusi.
“Yang paling penting adalah bagaimana MoU ini diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur, produktif, dan berkelanjutan, sehingga dosen dan mahasiswa dapat merasakan manfaat langsung dari kerja sama tersebut,” tambahnya.
Kerja sama ISTNU Aceh dan UniSZA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik antara perguruan tinggi di Aceh dan Malaysia. Kedekatan geografis dan historis kedua wilayah menjadi modal penting untuk membangun berbagai bentuk kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Melalui kerja sama tersebut, ISTNU Aceh diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam jejaring akademik regional dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri.
Penandatanganan MoU dengan UniSZA sekaligus menegaskan arah pengembangan ISTNU Aceh menuju perguruan tinggi yang semakin terbuka terhadap kerja sama internasional, berorientasi pada peningkatan mutu akademik, serta mampu membangun kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi di tingkat regional dan global.



