
STISNU Aceh Perkuat SDM dan Mutu Pendidikan, Hadirkan Tenaga Akademik Baru serta Buka Program Studi Strategis
Banda Aceh , 25/02/2026— Dalam upaya meneguhkan arah sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap tantangan zaman, STISNU Aceh kembali mengambil langkah strategis dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia serta memperluas cakupan keilmuan. Langkah ini ditandai dengan perekrutan 10 tenaga akademik muda yang kompeten di bidangnya masing-masing, sekaligus pembukaan sejumlah program studi baru yang relevan dengan kebutuhan umat dan dinamika sosial kontemporer.
Penguatan SDM ini bukan sekadar penambahan tenaga pengajar, melainkan bagian dari ikhtiar panjang dalam membangun tradisi keilmuan yang kokoh, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan. Sebagian dari tenaga akademik yang direkrut memiliki kualifikasi doktoral, sementara lainnya merupakan akademisi muda potensial dengan rekam jejak keilmuan yang menjanjikan. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak dalam penguatan riset, peningkatan mutu pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai syariah yang rahmatan lil ‘alamin.
Seiring dengan itu, STISNU Aceh juga resmi mengembangkan lima program studi, terdiri dari dua program studi lama yang terus diperkuat, yaitu Hukum Keluarga Islam dan Hukum Ekonomi Syariah, serta tiga program studi baru: Manajemen Zakat dan Wakaf, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Kehadiran program studi baru ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak akan tenaga profesional yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berjiwa pengabdian.
Ketua STISNU Aceh, Dr. Tgk. Muhammad Yasir, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam merawat amanah keilmuan sekaligus menjawab tantangan zaman.
“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga harus melahirkan insan yang memiliki keteguhan moral, kedalaman spiritual, dan kepekaan sosial. Kehadiran tenaga akademik baru ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan energi baru dalam membangun peradaban ilmu yang berakar pada nilai-nilai Islam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pembukaan program studi baru bukan sekadar ekspansi administratif, melainkan upaya serius untuk menghadirkan disiplin ilmu yang relevan dengan realitas umat, terutama dalam pengelolaan zakat dan wakaf, serta penguatan pendidikan dasar Islam yang menjadi fondasi karakter generasi mendatang.
Sementara itu, Kabid Humas STISNU Aceh, Tgk. Faisal Kuba, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa langkah ini adalah bentuk keberanian akademik di tengah derasnya arus perubahan.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Kampus harus hadir sebagai pusat peradaban, tempat di mana gagasan besar lahir dan dirawat. Dengan hadirnya tenaga akademik muda ini, kami berharap STISNU Aceh mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca realitas, tetapi juga menulis masa depan dengan tinta keilmuan dan keberpihakan pada nilai-nilai kebenaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan mutu pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga tentang membangun ekosistem akademik yang sehat, terbuka, dan penuh dengan semangat kolaborasi.
Langkah ini menjadi penanda bahwa STISNU Aceh tidak berhenti pada rutinitas akademik semata, melainkan terus bergerak dalam garis istiqamah untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.



